Book Review – Insurgent by Veronica Roth

Hidup seseorang dapat dengan mudahnya berubah. Seminggu yang lalu bisa saja seseorang masih duduk di rumahnya, berdiam di meja makan, menyantap makan malam. Seminggu yang lalu bisa saja seseorang sedang jatuh cinta kepada seorang instruktur inisiasinya dan berduaan di sebuah jurang. Kemudian.. kini orang itu harus berada di jalanan, meninggalkan kenyamanan dan mencari perlindungan.

Dia adalah Tris. Beatrice Prior.

Setelah kaum Erudite –yang cerdas- menyerang kaum Abnegation –yang tanpa pamrih- dengan cara mengendalikan prajurit faksi Dauntless –yang pemberani- melalui simulasi yang kejam, Tris dan kekasihnya, Tobias, harus mencari tempat aman di kota. Faksi Abnegation dan Dauntless sama-sama pecah. Sebagian besar mengungsi ke markas besar faksi Amity –yang penuh kasih sayang. Sedangkan anggota Dauntless yang berkhianat bermarkas di markas kaum Erudite.

Tris sangatlah tidak beruntung. Setelah mengetahui bahwa kedua orangtuanya meninggal dalam penyerangan kaum Erudite, Tris dan Tobias kini harus bepergian dengan orang yang hampir membunuh Tris, Peter. Selain itu mereka juga harus bepergian dengan ayah Tobias yang semasa Tobias kecil selalu menyiksanya, Marcus.

Tris, Tobias, Peter, Marcus dan Caleb (kakak Tris, seorang Erudite) berlindung di markas Amity. Johanna, perwakilan faksi Amity memberi perlindungan kepada mereka. Akan tetapi perlindungan itu tak selamanya mereka dapatkan. Beberapa anggota faksi Dauntless pembelot yang bekerjasama dengan Jeanine -pemimpin Erudite- datang ke markas Amity untuk mencari para Divergent yang kabur, yaitu Tris dan Tobias beserta beberapa orang lainnya.

Tadinya Tris adalah seorang gadis yang merasakan euforia tersendiri ketika ia menembakkan peluru, tetapi kini ia berbeda. Ia merasa bersalah karena telah membunuh temannya yang saat itu dikendalikan oleh simulasi yaitu Will -pacar Christina, sahabat Tris. Sehingga ketika para Dauntless mendatangi markas Amity, Tris sedikit kesulitan. Pikirannya kacau sepanjang cerita di Insurgent.

Kemudian Tris, Tobias, Caleb, dan Susan (tetangga lama Tris yang semacam couple dengan Caleb) melarikan diri menuju perkumpulan para factionless. Factionless adalah kumpulan orang-orang yang tidak berhasil melalui inisiasi ketika pertama kali masuk ke sebuah faksi. Di perkumpulan factionless tersebut, Tris bertemu dengan ibu Tobias yang dikiranya sudah meninggal, Evelyn.

Evelyn adalah pemimpin para factionless. Ia memetakan letak rumah aman factionless dan jumlah Divergent yang ada. Evelyn merencanakan pemberontakan besar-besaran terhadap Erudite. Tobias diajak bekerja sama olehnya, tetapi Tobias hanya mempertimbangkan. Tris sama sekali tidak percaya pada Evelyn, karena baginya ada sesuatu yang ia sembunyikan. Setelah beberapa lama tinggal di antara para factionless, Tris dan Tobias pergi menuju markas Candor.

Candor adalah faksi yang mengutamakan kejujuran. Saat pertama kali Tris dan Tobias mencapai markas Candor, mereka diminta untuk mengatakan kejujuran di bawah pengaruh serum kejujuran. Penguasa faksi Candor bernama Jack Kang. Ialah yang menanyakan kejujuran pada Tris dan Tobias.

Selama ini Tris merasa sangat kacau karena ia telah membunuh Will. Ia masih merahasiakannya dari Tobias meski ia berniat untuk memberitahukannya nanti. Dan ia memberitahukannya saat ia berada dalam pengaruh serum kejujuran. Sebenarnya sebagai seorang Divergent, ia tak terpengaruh. Tris sengaja memberitahukan hal tersebut di depan khalayak, juga di depan Tobias, juga di depan Christina yang ada di situ.

Tobias merasa terbohongi dan ia menjadi sulit untuk mempercayai Tris. Seakan-akan terbentuk jurang yang sangat lebar di antara mereka berdua. Christina juga begitu. Ia sangat marah kepada Tris.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah ketidakjujuran sementara Tris mengakibatkan perpisahan di antara dirinya dan Tobias? Dan apakah Tris akan kehilangan Christina selamanya? Bagaimana akhir perjuangan Tris dan Tobias di Insurgent? Akankah berakhir bahagia atau sebaliknya..?

Insurgent. Ya! Serial The Divergent Trilogy memang nggak pernah mengecewakan!

Sama seperti novel sebelumnya, Divergent, novel ini juga the best dystopian novel. Veronica Roth dengan lugasnya mencampurkan kisah cinta, aksi, dan persahabatan dengan proporsi yang pas. Sangat menyenangkan untuk di baca. Ceritanya mengalir dengan lancar tanpa kurang suatu apa.

Insurgent bukanlah hanya sekedar novel biasa. Nilai-nilai moral yang disampaikan oleh Veronica Roth banyak sekali. Insurgent mengajarkan bagaimana kita seharusnya bertindak -dengan melihat sesuatu dari segala sisi-, juga bagaimana kita harus ‘percaya’, bagaimana kita harus saling terbuka.

One choice can destroy you. Itu bener banget. Dari novel ini aku belajar bagaimana sebuah pilihan yang tidak dipikir dengan benar-benar dapat mengantarkan kita ke kehancuran. Seperti ketika Tris memutuskan untuk merahasiakan ‘membunuh Will’ dari Tobias untuk sementara. Bukankah pilihan yang ia pilih itu menghancurkan hubungan baiknya dengan pacarnya?

Insurgent juga mengajarkan untuk mengetahui kebenaran dari berbagai macam sudut pandang. Di Insurgent, terkuak alasan mengapa Jeanine menyerang Abnegation dan Divergent. Abnegation adalah faksi yang bekerja di pemerintahan. Mereka memiliki sebuah informasi dari Amanda Ritter. Informasi yang berupa video tersebut adalah penjelasan tentang siapa mereka yang berada di Chicago saat itu. Amanda Ritter mengatakan, bahwa orang-orang yang diletakkan di Chicago adalah orang yang dalam pengasingan. Mereka yang memiliki pemikiran lebih fleksibel dibanding yang lainnya harus disebut Divergent. Dan apabila jumlah Divergent sudah banyak, semua orang di Chicago harus menjamah dunia luar, memperbaikinya dari ketidakteraturan. Video tersebut seharusnya diketahui banyak orang, tetapi Jeanine tidak menginginkannya karena ia tidak ingin menjerumuskan orang-orang dalam bahaya. Setelah dipikir-pikir, Jeanine ada benarnya juga. Insurgent mengajarkan bahwa mungkin ada kebaikan di balik keburukan.

Secara keseluruhan, sama seperti Divergent, novel ini highly recommended and a page-turner book! Aku nggak nyesel membacanya, sangat worth it!

Buku sebelumnya : Divergent
Buku selanjutnya : Allegiant

Judul : Insurgent
Pengarang : Veronica Roth
Penerbit : Mizan FantasiVR2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s