Book Review – Cloud(y) by Achi TM

Mendung Megasari. Nama yang aneh bukan? Mendung adalah seorang gadis yang sangat tidak beruntung. Bukan, bukan karena dia miskin. Orangtuanya meninggal karena kecelakaan dan itu membuat hatinya begitu terkoyak. Mendung menjadi begitu hancur, begitu takut akan ‘kehilangan’. Ia tinggal dengan neneknya yang sudah tidak berniat hidup. Semuanya terasa begitu suram bagi Mendung.

Mendung kerap sekali menangis. Dan setiap Mendung menangis, hujan pasti turun. Seakan-akan nama ‘Mendung’ itu mendatangkan kesuraman dan hujan.

Hingga suatu ketika, Mendung bertemu dengan Verani. Selama SMA, Verani yang baik hati menghibur Mendung dan menjadikannya seorang sahabat. Kesuraman dalam hidup Mendung menghilang berkan Verani. Bersama-sama, Mendung dan Verani memupuk mimpi mereka yang ingin menjadi sebuah pendiri dan pemilik event organizer (EO) terkenal. Setelah lulus SMA, Mendung kuliah di Jurusan Broadcast  sebagai bekal menjadi pendiri EO.

Suatu hari, Mendung jatuh cinta kepada pemuda baru di kompleksnya. Ketika Verani mengajak Mendung untuk membuka semacam open house di rumahnya dan menjual barang-barang orangtua Mendung (Verani membujuknya dengan alasan agar Mendung tidak bersedih lagi), pemuda itu datang. Verani yang sangat terobsesi menjadi kekasih pemilik EO bernama BLitZ, mendekati pemuda itu. Ternyata pemudia itu adalah pemilik BLitZ! Pemuda itu bernama Geri Harison. Geri berbincang-bincang dengan Verani, kemudian mengajak Verani makan malam di rumahnya. Mendung dibuat cemburu karenanya, terlebih ketika Geri mengajak Mendung makan malam juga, Verani berkata ” Mendung tidak bisa, ia harus menjaga neneknya,”, meskipun sebenarnya Mendung bisa ikut.

Setelah makan malam Verani dengan Geri, Verani dan Mendung mendapat pekerjaan di BLitZ. Alangkah senangnya Mendung! Meskipun begitu, Verani mendapatkan posisi jauh lebih tinggi ketimbang Mendung. Mendung menahan rasa irinya.

Pada perjalanan pulangnya, di halte Busway, Mendung bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku kenal dengannya. Mendung merasa risih, tetapi laki-laki yang memperkenalkan dirinya sebagai Awan itu tetap mendekati Mendung. Sejak saat itu, Mendung sering bertemu dengan Awan dan mendapati bahwa mereka tinggal di kompleks yang sama.

Suatu ketika, BLitZ mengadakan konser artis mancanegara. Di konser itu, Mendung hanya sebagai penjaga booth informasi. Di konser ini, Mendung menemukan Verani mendekati Geri. Mendekati Geri, orang yang Mendung sukai! Patahan hati yang terasa dalam diri Mendung membuatnya meninggalkan tanggung jawab menjaga booth 4 jam lebih cepat. Gara-garanya, sebuah laptop hilang dari booth informasi dan Mendung  dipecat dengan ketus oleh Geri. Mendung meminta Verani untuk membelanya, tetapi untuk pertama kali dalam persahabatan mereka, Verani menolak! Verani mengkhianati Mendung, menusuknya dari belakang. Verani berkata bahwa ia lelah berpura-pura menjadi baik. Verani mengkhianati persahabatan mereka!

Mendung yang putus asa dan di ambang depresi, akhirnya menemukan pekerjaan menjadi pegawai toko buku Wor(l)d yang berkonsep minimarket. Toko buku itu kecil dan hanya ada 3 orang yang bekerja di tempat itu : Bos Wahyu, Mendung, dan Dika.

Suatu saat, Mendung sedang menyesap kopi di sebuah kafe. Tiba-tiba, datanglah seorang gadis enerjik yang menurut Mendung sok kenal sok dekat. Gadis tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Niki dan meminjam handphone Mendung untuk meng-SMS kakaknya. Mendung sedikit terinspirasi oleh sikap dan gaya Niki yang seakan-akan dunia ini tidak memiliki masalah. Setelah perkenalan mereka yang aneh itu, Mendung diajak oleh Niki ke Salihara bersama kakaknya, Niko. Niko dan Niki melihat betapa mendungnya wajah Mendung dan berniat menghibur Mendung. Sejak saat itu, persahabatan terbentuk diantara Mendung, Niko, dan Niki.

Mengetahui bahwa Mendung memiliki cita-cita memiliki EO sendiri, Niko dan Niki membantu Mendung. Begitu juga dengan Awan yang secara tidak sengaja berteman dengan temannya Niko. Dalam perjalanan merintis karirnya di EO mereka yang bernama Writing Event, banyak cobaan yang menimpa Mendung. Mendung juga berubah menjadi seseorang yang lebih positive thinking, juga menjadi lebih modis demi profesionalitas. Akan tetapi ada satu hal yang tidak berubah dari diri Mendung, yaitu sifat introvert-nya. Mendung menyadari bahwa ia lambat laun mencintai Niko, tetapi perasaannya terombang-ambing karena kehadiran Awan yang menenangkan.

Bagaimana kelanjutan nasib Writing Event? Apakah Mendung akan merubah sifat-sifat buruknya? Siapa yang akan Mendung pilih : Niko atau Awan?

Bagiku, novel Cloud(y) ini menggambarkan kehidupan nelangsa di kota metropolitan. Bayangkan saja, deh, Mendung ditinggal bersama neneknya karena kematian orangtuanya yang tragis saat SMA, nelangsa banget, kan? Tetapi, IMHO, ceritanya sedikit kurang mengalir, tetapi masih tergolong ‘enak’ untuk dipahami dan diikuti ceritanya. Pemilihan katanya juga agak mengganjal, contohnya seperti ‘skejul’ yang maksudnya adalah ‘jadwal’, menurutku lebih enak untuk ditulis ‘jadwal’ saja.

Tetapi bagiku, novel ini memiliki nilai lebih tersendiri. Banyak hal yang menginspirasi. Novel ini mengajarkan kita untuk selalu think positive, untuk selalu memandang masalah lebih dewasa, selalu menjadi orang yang tidak egois, selalu menjadi orang yang tidak berlarut-larut dalam kesedihan, dan banyak hal lainnya. Novel ini cocok bagi orang-orang yang sedang patah semangat, semacam chicken soup-lah.

Jadi bagaimana? Berniat untuk membaca novel karya Achi TM ini?

Buku selanjutnya : Sun(ny)

Judul : Cloud(y)
Pengarang : Achi TM
Penerbit : Sheila

 

2 thoughts on “Book Review – Cloud(y) by Achi TM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s