Book Review – Divergent by Veronica Roth

The best dystopian novel I have ever read!

Chicago telah usai perang nuklir. Kini, Chicago terbagi dalam 5 faksi untuk menjaga kedamaian : Abnegation yang mendewakan mendahulukan orang lain; Dauntless yang mendewakan keberanian; Erudite yang mendewakan ilmu pengetahuan; Amity yang mendewakan kasih sayang dan perdamaian; dan Candor yang mendewakan kejujuran. Kelima faksi tersebut bekerja sama untuk menciptakan kedamaian di Chicago.

Ada seorang gadis Abnegation bernama Beatrice Prior yang berumur 16 tahun. Semua anak yang berumur 16 tahun diwajibkan mengikuti Tes Kecakapan juga Upacara Pemilihan untuk menentukan faksi yang akan menjadi tempat tinggal mereka selamanya. Mereka yang tidak berada di bawah perlindungan faksi disebut factionless.

Beatrice mengikuti Tes Kecakapan bersama kakaknya, Caleb Prior. Pengawas Tes Kecakapan Beatrice bernama Tori. Tori berasal dari faksi Dauntless, faksi yang diam-diam selalu Beatrice kagumi di sekolah. Tes Kecakapan berupa sebuah simulasi yang nantinya akan menunjukkan sifat Beatrice condong ke faksi mana. Biasanya, hasil Tes Kecakapan hanya satu faksi, akan tetapi berbeda dengan tes Beatrice : ia memiliki 3 faksi. Faksi-faksi tersebut adalah Abnegation, Dauntless, dan Erudite. Dan manusia dengan kombinasi 3 faksi tersebut dikatakan berbahaya dan identitasnya harus dirahasiakan, mereka disebut sebagai Divergent.

Keesokan harinya adalah hari Upacara Pemilihan. Dengan menitikkan darah di cawan faksi, anak berumur 16 tahun resmi memilih faksinya meskipun belum resmi menjadi anggota dan harus mengikuti inisiasi terlebih dahulu. Beatrice sempat bimbang, apakah ia akan berusaha mementingkan kepentingan orang lain dan selfless -yang terasa sulit baginya- kemudian memilih faksi asalnya, Abnegation; atau ia akan mengkhianati keluarganya dan kemudian menuruti kata hatinya untuk mengikuti faksi Dauntless, faksi yang kadang-kadang hampir menyamakan kenekatan dengan keberanian? Terlebih lagi, Caleb telah memilih meninggalkan Abnegation dan beralih ke Erudite, apakah ia juga akan meninggalkan keluarganya?

Diputuskannya untuk bergabung dengan faksi orang-orang berseragam hitam, Dauntless. Menjadi bagian dari faksi Dauntless seperti menantang maut : melompat dari kereta yang sedang berjalan, terjun dari atap gedung untuk masuk ke bawah tanah, dan masih banyak lagi.

Peserta inisiasi yang merupakan pindahan dari faksi lain ada 9 : Beatrice yang merubah namanya menjadi Tris, Christina, Will, Al, Peter, Molly, Drew, Edward, dan Myra. Dalam waktu dekat, Tris berteman baik dengan Christina, Will, dan Al. Instruktur inisiasi mereka semua bernama Four.

Inisiasi terbagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama seperti latihan bertarung dan menembakkan senjata. Tahap kedua seperti simulasi menghadapi masalah. Tahap ketiga adalah penilaian simulasi peserta menghadapi Ruang Ketakutan masing-masing.

Tris menghadapi tahap pertama dengan payah. Ia terkena banyak sekali luka dan memar. Sifat-sifat Abnegation-nya masih melekat, sehingga susah untuk melakukan apa yang harus dilakukan di Dauntless. Setelah melewati tahap pertama, Tris dikunjungi oleh ibunya. Ibunya berkata, bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi dan Tris diminta untuk memberitahu Caleb untuk menyelidiki serum simulasi.

Ketika menghadapi tahap kedua, Tris berhasil mendapatkan peringkat pertama. Akan tetapi, Four mengetahui bahwa Tris adalah seorang Divergent. Four mengatakan bahwa ia harus berhati-hati dan berpura-pura lemah. Suatu malam, Tris disekap oleh Peter dan Drew, musuh bebuyutan Tris. Tris kemudian diselamatkan oleh Four. Semenjak itu, Tris mulai akrab dengan Four dan saling memendam perasaan.

Selama tahap inisiasi itu, banyak kejanggalan yang ditemui Tris terhadap Eric, salah satu pemimpin Dauntless. Juga banyak berita buruk yang menjelek-jelekkan faksi Abnegation dan ayah Tris oleh faksi Erudite yang diketuai Jeanine.

Bagaimana hasil inisiasi tahap ketiga Tris? Akankah ia lolos inisiasi atau harus hidup tanpa faksi sebagai factionless? Apa yang sebenarnya terjadi di luar sana?

Veronica Roth benar-benar W-O-W!
Seperti yang sudah kukatakan di atas, ini adalah novel distopia terbaik yang pernah aku baca. Isi ceritanya sangat mengalir. Ketegangan cerita pun juga dapat. Proporsi antara persahabatan, kisah cinta, dan aksi juga pas. Enak dibaca lah!

Aku membaca buku ini juga ikut berpikir : jika aku jadi Tris, apa aku akan menuruti keinginan hatiku atau tidak? Apakah aku akan memilih tinggal di Abnegation untuk menyenangkan keluarga walaupun kita tidak bahagia, atau aku akan tinggal di Dauntless dan menuruti kata hatiku untuk menjadi bebas tetapi menyakiti hati keluarga? Sangat membingungkan. Membaca Divergent juga membuatku menangis, tertawa, senyum-senyum sendiri. Serius deh.

Divergent juga membuatku takut seperti novel Delirium. Pada bagian akhir, tokoh antagonis (semua cerita tentu ada tokoh antagonisnya kan? Tetapi yang ini benar-benar jahat, sama seperti pemerintahan di Delirium) yang adalah Jeanine, beberapa orang jahat dari Erudite, Eric, dan Max (pemimpin Dauntless yang lainnya) mengadakan invasi besar-besaran ke Abnegation. Wajar apabila invasinya oleh manusia yang sadar, tetapi invasi ini dilakukan oleh orang-orang faksi Dauntless yang dijalankan oleh serum simulasi! Mereka berjalan, menembak, membunuh, akan tetapi mereka tidak sadar! Seperti film-film atau novel tentang the walking dead. Tidak ada yang bisa dipercaya. Serius, ini menakutkan!

Aku membaca novel terjemahannya. Ada beberapa typo sih,  tapi nggak masalah, nggak mengganggu jalan cerita.

Oh iya, Divergent juga sering dikait-kaitkan dengan trilogi The Hunger Games. Yah, sebenarnya mereka berdua sangat berbeda. Oke, mereka berdua sama-sama novel distopia. Akan tetapi, pada Divergent kekacauan disebabkan oleh salah satu faksi yang bukan pada pemerintahan, sedang The Hunger Games kekacauannya disebabkan pemerintah. Plot ceritanya pun sangat berbeda. Jadi jangan samakan Divergent dengan The Hunger Games. Tapi aku yakin, penyuka The Hunger Games hampir semua musti suka Divergent. Jaminan.

Mengenai nilai moral yang bisa didapat, ada banyak. Ini beberapa diantaranya :

  1. Jangan pernah menjadi orang bodoh, atau kau hanya akan menjadi bidak dalam sebuah permainan.
  2. Berhati-hatilah memilih pilihan.
  3. Jangan pernah merusak pertemanan atau pertemanan itu tidak akan pernah datang kembali.
  4. Kasih sayang orang tua tidak pernah luntur.
  5. dan sebagainya..

Secara keseluruhan, ini novel highly recommended!
Jadi bagaimana? Tertarik untuk membaca the best dystopian novel ini?😉

Buku selanjutnya : Insurgent

Judul : Divergent
Pengarang : Veronica Roth
Penerbit : Mizan Fantasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s