Book Review – Pride and Prejudice by Jane Austen

Lizzy adalah gadis yang paling beruntung!

Elizabeth Bennet, atau yang kerap dipanggil Lizzy, merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara. Keluarga Bennet merupakan kombinasi keluarga yang unik. Mulai dari Mr. Bennet yang bijak, menyukai kedamaian, dan gemar membaca buku; Mrs. Bennet yang begitu materialistis, aneh, dan ganjen; kakak Lizzy, Jane Bennet, yang kesabarannya seluas samudera; adik Lizzy, Mary Bennet yang begitu kutu buku; hingga dua adik terakhir Lizzy yang paling ganjen diantara mereka, Catherine “Kitty” Bennet dan Lydia Bennet. Sedangkan mengenai Lizzy sendiri, merupakan gadis yang pintar, tegas, dan feminis.

Suatu pagi, kediaman keluarga Bennet di Longbourn heboh gara-gara Netherfield Park akan kedatangan pemilik barunya, Mr. Bingley. Mrs. Bennet yang memaksa-maksa suaminya untuk mengajak mereka sekeluarga berkenalan dengan Mr. Bingley, setidaknya terpuaskan dengan Mr. Bennet yang sebenarnya sudah mengunjungi Mr. Bingley. Sejak pagi itu, pembicaraan di rumah itu seputar Netherfield dan Mr. Bingley.

Tak lama setelah kedatangan Mr. Bingley ke Netherfield, pesta dansa di desa tersebut diadakan. Pada pesta dansa tersebut, keluarga Bennet berkenalan dengan Mr. Bingley, yang ternyata membawa sahabat dan saudarinya, Mr. Darcy dan Miss Caroline Bingley. Setiap orang pasti akan melihat Mr. Bingley sebagai orang yang ramah dan baik pada pertemuan pertama mereka, akan tetapi berbeda dengan Mr. Darcy yang jangkung dan tampan tetapi sudah terpatri dengan bersifat angkuh dan sombong.

Pada pesta dansa malam itu, Jane berkenalan dengan Mr. Bingley dan rasa cinta mulai tumbuh diantara mereka berdua. Nasib Elizabeth berbeda dengan kakaknya. Elizabeth mendengar bahwa ketika Mr. Bingley bertanya pada Mr. Darcy ‘Apakah Elizabeth Bennet cantik menurutmu?’ dan dijawab ‘Lumayan’, Elizabeth mulai menganggap bahwa Mr. Darcy adalah orang tersombong dan terangkuh yang pernah ia temui. Terlebih lagi ketika Elizabeth mengajak Mr. Darcy berdansa dan ditolak!

Suatu pagi beberapa hari setelah pesta dansa berlangsung, Jane mendapat undangan dari Miss Bingley untuk makan malam di Netherfield. Mrs. Bennet yang memilik ide ‘gila’, menyuruh Jane untuk ke Netherfield dengan mengendarai kuda dibawah guyuran hujan deras! Karenanya, keesokan harinya Elizabeth menerima surat dari Jane bahwa ia sakit dan harus dirawat di Netherfield. Dengan rasa sayangnya yang begitu dalam pada Jane, Elizabeth menempuh jarak 3 mil berjalan kaki dari Longbourn ke Netherfield.

Penyakit masuk angin Jane yang tidak dapat sembuh dalam waktu cepat memaksa Elizabeth untuk tinggal di Netherfield. Pada hari-harinya tinggal di Netherfield, Elizabeth dan Mr. Darcy kerap sekali berdebat dan saling menyindir dengan ketegasan masing-masing. Mr. Darcy juga mulai menunjukkan perasaannya pada Elizabeth dengan memuji-muji Elizabeth yang memiliki bola mata terang di hadapan Miss Bingley, yang ternyata menyimpan perasaan kepada Mr. Darcy.

Sekembalinya dari Netherfield, keluarga Bennet berkumpul kembali. Antara keluarga Bennet dengan Mr. Bingley sudah mulai terbentuk keakraban karena cinta Mr. Bingley pada Jane. Akan tetapi, Longbourn kedatangan Mr. Collins, saudara jauh mereka yang berhak mendapatkan Longbourn setelah Mr. Bennet meninggal, sesuai dengan hukum Inggris yang berlaku saat itu. Kedatangan Mr. Collins juga bermaksud untuk mencari istri, dan Mr. Collins melirik Elizabeth!

Saat kedatangan Mr. Collins itu juga, sebuah tempat dekat Longbourn yang bernama Meryton kedatangan para prajurit Inggris. Kitty dan Lydia yang ganjen segera heboh dan setiap hari mengunjungi Meryton hanya untuk bermain mata dengan para prajurit. Diantara para prajurit tersebut, ada seorang prajurit bernama Mr. Wickham. Elizabeth tertarik padanya karena ketampanannya dalam bersikap, juga kejenakaannya. Setelah Elizabeth dan Mr. Wickham berbagi cerita, Elizabeth mengetahui bahwa Mr. Wickham adalah teman masa kecil Mr. Darcy dan hak Mr. Wickham dicurangi oleh Mr. Darcy. Kebencian Elizabeth kepada Mr. Darcy menambah karenanya..

Suatu saat, Mr. Bingley mengadakan pesta dansa di Netherfield. Mr. Bingley jelas mengajak Jane berdansa, dan coba tebak! Mr. Darcy mengajak Elizabeth berdansa! Padahal saat itu, Elizabeth begitu mengharapkan kehadiran Mr. Wickham untuk berdansa dengannya, tetapi ternyata Mr. Wickham tidak datang di pesta dansa tersebut.

Tanpa disangka-sangka, beberapa hari kemudian Mr. Collins melamar Elizabeth. Elizabeth yang tidak menyukai perangainya menolaknya mentah-mentah dan mendapatkan sindiran pedas dari ibunya. Karena kekecewaannya, Mr. Collins melamar Charlotte Lucas, sahabat Elizabeth, hanya beberapa hari berselang! Maka Mr. Collins dan Charlotte menikah dan membuat Mrs. Bennet naik pitam karena kalah menikahkan anaknya dengan anak Mrs. Lucas🙄

Beberapa hari kemudian, kabar tidak mengenakkan datang. Mr. Bingley beserta rombongannya meninggalkan Netherfield tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga Bennet maupun masyarakat sekitar! Mendengar kabar tersebut, Jane sakit hati. Perasaannya yang telah membesar kepada Mr. Bingley kandas. Mengekspresikan kekecewaannya, Jane mengatakan betapa ia menyukai Mr. Bingley kepada Elizabeth.

Untuk menyembuhkan sakit hati Jane, Jane berkunjung ke rumah paman dan bibinya, Mr. dan Mrs. Gardiner di London. Sementara itu, Elizabeth mendapat undangan dari Charlotte untuk mengunjungi rumahnya bersama Mr. Collins di Rosings Park.

Rosings Park adalah tempat yang indah. Di lingkunan Rosings Park inilah Mr. Collins dan Charlotte tinggal. Elizabeth mengetahui, bahwa patron Mr. Collins, Lady Catherine de Bourgh adalah bibi Mr. Darcy. Lady Catherine juga tinggal di Rosings Park. Elizabeth beruntung karena dapat melihat sosok Lady Catherine yang diagung-agungkan Mr. Collins sejak lama.

Lady Catherine ternyata adalah seorang wanita yang keras. Beliau memiliki seorang putri bernama Anne yang sakit-sakitan. Lady Catherine juga sama seperti keponakannya, angkuh. Ia suka merendah-rendahkan orang lain dan mengagung-agungkan dirinya.

Tanpa Elizabeth duga, Mr. Darcy juga mengunjungi kediaman Lady Catherine. Dan disinilah perubahan-perubahan besar diawali.. Elizabeth dilamar Mr. Darcy! Oh, betapa terkejutnya ia!

Akankah Elizabeth menerima lamaran Mr. Darcy yang begitu ia benci? Bagaimanakah dengan ketertarikannya pada Mr. Wickham?
Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Novel Jane Austen yang ini lah yang mampu memenuhi keinginanku membaca buku romansa klasik yang kompleks! Tema-tema yang diangkat ke dalam novel ini hanyalah seputar cinta, harga diri, dan etika, akan tetapi Jane Austen dengan lihainya merangkai ketiga tema tersebut menjadi satu cerita yang begitu ruwet (dalam artian kompleks yang bermutu). Hampir sama seperti novel Jane Austen yang lainnya, cerita ini juga berpusat pada tata krama pergaulan masyarakat kelas atas.

Pride and Prejudice sangat menonjolkan sifat-sifat manusia yang berbeda-beda dan beberapa absurditas hidup. Tetapi ada satu unsur lain yang ‘beda’ dan membuatku tertarik : ketegasan seorang wanita. Ya, Elizabeth atau Lizzy adalah gadis yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang aneh, akan tetapi ia memiliki kecerdasan yang tajam dan ketegasan pikiran. Ia seperti perlambang (atau apalah sebutannya), bahwa wanita juga memiliki kecerdasan dan ketegasan dalam berpikir. Jane Austen sendiri mengaku bahwa Elizabeth Bennet merupakan tokoh favoritnya diantara tokoh-tokoh fiktif karangannya!

Baiklah, ada beberapa pelajaran moral yang dapat diambil :

1. Bahwa sifat manusia mungkin saja berubah seiring berjalannya waktu.
2. Bahwa hal yang tidak mungkin terjadi, mungkin saja terjadi.
3. Bahwa hal yang tidak dijalani dengan serius cenderung mengalami kegagalan.
4. Bahwa seseorang yang berperilaku baik akan lebih disukai daripada seseorang yang berperilaku buruk.
5. dll.

Nah, jadi bagaimana? Tertarikkah untuk membaca novel legendaris ini?😉
By the way, novel ini kukategorikan sebagai : VERY RECOMMENDED, VERY INSPIRING, AND VERY BEAUTIFUL! 

Judul : Pride and Prejudice
Pengarang : Jane Austen
Penerbit : Penerbit Qanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s