Book Review – Delirium by Lauren Oliver

Pernah membayangkan hidup di dunia tanpa cinta? Pergi kemana-mana dirundung ketakutan? Sekiranya begitulah kehidupan yang dialami Lena Haloway. Kehidupan tanpa cinta.

Cinta merupakan dosa besar, penikmat musik dijebloskan ke penjara, sastra dan puisi dimasukkan dalam “Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya”, dan tertawa bahagia termasuk melanggar aturan..

Orang-orang menganggap amor deliria nervosa atau cinta itu penyakit. Penyakit yang harus disembuhkan ketika mereka berumur 18 tahun melalui proses yang disebut ‘prosedur’. Ketika mereka telah disembuhkan, mereka tidak akan pernah merasakan cinta lagi. Ikatan suami-istri, ibu-anak, kakak-adik akan menjadi ikatan tanpa cinta, hambar. Mereka seakan boneka yang diatur jalan hidupnya.

Lena justru menganggap baik hal tersebut. Ia bahkan menghitung mundur menuju tanggal ketika penyembuhannya dilakukan. Ia melakukan ‘evaluasi’, seperti sebuah tes yang akan menentukan masa depanmu -siapa pasanganmu, kau akan memiliki anak berapa- ketika kau sudah disembuhkan. Bersama Hana, sahabat baiknya, ia menikmati hidupnya yang bebas, hidupnya sebelum disembuhkan..

Hingga sebelum hal itu terjadi. Lena dan Hana berlari bersama, hobi mereka sejak kecil. Sampailah mereka di sebuah kompleks laboratorium. Lena dan Hana bertemu dengan seorang Invalid -orang-orang dari Alam Liar, alam yang tidak disterilisasi dari ‘cinta’- bernama Alex. Gejala-gejala deliria mulai muncul dalam diri Lena. Dan, iya, Lena jatuh cinta pada Alex, begitu juga sebaliknya.

Lauren Oliver hebat. Pertamakali aku membaca buku ini langsung saja merasa ketakutan. Bayanganku akan dunia tanpa cinta begitu jelas. Seperti hidup di kota yang didominasi warna hitam, dan tidak memiliki siapapun untuk dipercaya. 200 halaman pertama buku ini menceritakan tentang betapa mengerikannya cinta itu, dan selanjutnya menceritakan tentang betapa menyenangkannya cinta itu. Membacanya, aku ikut sedih, ketakutan, dan bingung. Atmosfernya terasa banget!

Tetapi ada beberapa hal yang menurutku kurang menyatu dengan kehidupan yang sebenarnya. Juga sedikit mengganjal. Agak lucu aja kali ya, menemukan Lena, seseorang yang sudah ketakutan seumur hidupnya sehingga menjadi anak-yang-penurut, tiba-tiba bisa menjadi pembohong besar, keluyuran tengah malam demi menemui seorang laki-laki. Pendirian orang tidak semudah itu untuk berubah kan? Juga keanehan lainnya, kenapa Lena mau pergi ke Alam Liar hanya bersama Alex, seseorang yang sebelumnya belum ada di kehidupannya, seseorang yang belum lama dikenalnya. Tetapi, yaah.. aku tentu akan sangat bingung jika menjadi Lena, jadi aku tidak dapat sepenuhnya menyalahkan apa yang Lena lakukan.🙄

Tetapi overall, buku ini bagus banget. Sangat inspiratif. Dan, ini masuk dalam kategori recommended !😉

Buku selanjutnya : Pandemonium

Judul : Delirium
Pengarang : Lauren Oliver
Penerbit : Mizan Fantasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s