In Love!

Okay, I’m in love with a thing with many word in it and it’s not an ordinary thing..
I’m in love with William Shakespeare’s stories..!

Beberapa hari yang lalu, aku sempat melihat-melihat kembali rak bukuku yang sudah penuh sesak. Ada 2 buku yang menarik perhatianku. Buku itu adalah buku berbahasa Inggris, sebuah buku berjudul ‘The Random House Book of Ghost Storeis’ dan salah satu buku kumpulan cerita Shakespeare. Aku ambil yang Shakespeare.

Sebenarnya aku tahu buku itu sudah bertengger #ha?# di rak bukuku sejak lama dan aku sudah pernah membacanya meski dengan beberapa kata bahasa Inggris yang masih belum kumengerti, dan sekarang aku mengerti.

Dalam buku itu memuat beberapa cerita-cerita terkenal Shakespeare : Romeo and Juliet, Henry the Fifth, Hamlet, A Midsummer Night Dream, dan masih banyak lagi. Aku baru membaca yang Romeo and Juliet dan A Midsummer Night Dream, baru itu yang memikat hati.

Oke.
Jujur saja aku tidak mengenal Shakespeare karena beberapa faktor :

  • Aku tidak hidup pada masa Shakespeare
  • Di sekolahku, entah itu TK, SD, ataupun SMP ini, belum ada guru bahasa yang sekali-sekali mencoba mengulas tentang Shakespeare. Aku menyesalkan itu.

Dan jujur aku merasa ketinggalan jaman. Argh!šŸ˜„

Dari Romeo and Juliet, benar-benar membuatku berpikir lama. Bukan karena bahasanya, akan tetapi dengan ceritanya. Dituliskan dengan singkat akan tetapi benar-benar mampu mengungkapkan perasaan seseorang yang harus berpisah dari orang yang dicintainya. Romeo and JulietĀ mengajarkan betapa pentingnya sebuah kesetiaan. Juga bagaimana seseorang tidak bisa hidup tanpa seseorang yang dicintainya. Begitu menyenangkan dan menyentuh.
#bahasa menjadi kritis tertular teman sekelasku : Deasita <– orang terkritis yang pernah kutemuišŸ˜€ #

Dan dari A Midsummer Night Dream, aku menangkap sesuatu yang menarik. Terdapat 3 kisah cerita cinta yang terhubung menjadi satu. Cerita cinta Hermia dengan Lysander, Helena dan Demetrius, terakhir Oberon dan Titania. Cerita yang kuanggap sweetĀ ini nggakĀ kaku, ada jokeĀ ketololan Puck. Begitu menggelitik! A Midsummer Night DreamĀ juga mengajarkan bahwa sesuatu itu tidak bisa dipaksakan, semua seharusnya berjalan secara alamiah, atau nanti hasilnya akan hancur.

Yah, hanya itu ceritaku kali ini. Lebih menyerupai resensi dari sebuah ‘curhat’, ah no matter!

Well, see you next timešŸ™‚
Au revoir.

P.S : Untuk para guru sastra atau bahasa bagi SD dan SMP, jangan lupa ceritakan siapa itu Shakespeare!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s