Poem – Olive You

Olive you,
Olive you,
Olive you,
Olive you,
And olive you..

What I actually want to say is that I love you, and I will always do.
But we can’t be together,
You don’t have to know about my feelings..
We are situated in a wrong place and time..
And giving me hope is just killing me..

We aren’t meant to be together,
I know it.
Olive you, dear..
I will always love you..

Olive you, dear..
Even if we can’t be together.

***

I found this poem a few months ago on a scrap of paper. I guess the writer is inspired from Dave Days and Kimmi Smiles’ song titled Olive You. But this poem is damn-it’s-true.

The Arabian Hot-Spicy-Delicious Drink : Karak Tea

Hey! What’s up?
Today, I want to share about HOW TO MAKE A KARAK TEA.

Before I start, I want to tell you about Karak Tea. Karak Tea is just like a normal tea that we drink, but it’s combined with milk and spices. It’s better to be drink when it’s hot or warm. And this is the picture of the karak tea that I’ve made, plus the recipe too :

KARAK TEA

Ingredients :
- a teapot of tea (it’s up to you)
- 1/2 teaspoon of cardamom
- 50 ml of plain milk
- 1 or 2 teaspoon of sugar (it’s up to you)

How to make :
1. Prepare all of the ingredients.
2. Put the sugar onto the cup. Then pour the tea until the cup is 3/4 fulfilled.
3. Pour the milk.
4. Put in the cardamom.
5. Stir all of the ingredients until it is well-mixed.

Pride and Prejudice by Jane Austen

Lizzy adalah gadis yang paling beruntung!

Elizabeth Bennet, atau yang kerap dipanggil Lizzy, merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara. Keluarga Bennet merupakan kombinasi keluarga yang unik. Mulai dari Mr. Bennet yang bijak, menyukai kedamaian, dan gemar membaca buku; Mrs. Bennet yang begitu materialistis, aneh, dan ganjen; kakak Lizzy, Jane Bennet, yang kesabarannya seluas samudera; adik Lizzy, Mary Bennet yang begitu kutu buku; hingga dua adik terakhir Lizzy yang paling ganjen diantara mereka, Catherine “Kitty” Bennet dan Lydia Bennet. Sedangkan mengenai Lizzy sendiri, merupakan gadis yang pintar, tegas, dan feminis.

Suatu pagi, kediaman keluarga Bennet di Longbourn heboh gara-gara Netherfield Park akan kedatangan pemilik barunya, Mr. Bingley. Mrs. Bennet yang memaksa-maksa suaminya untuk mengajak mereka sekeluarga berkenalan dengan Mr. Bingley, setidaknya terpuaskan dengan Mr. Bennet yang sebenarnya sudah mengunjungi Mr. Bingley. Sejak pagi itu, pembicaraan di rumah itu seputar Netherfield dan Mr. Bingley.

Tak lama setelah kedatangan Mr. Bingley ke Netherfield, pesta dansa di desa tersebut diadakan. Pada pesta dansa tersebut, keluarga Bennet berkenalan dengan Mr. Bingley, yang ternyata membawa sahabat dan saudarinya, Mr. Darcy dan Miss Caroline Bingley. Setiap orang pasti akan melihat Mr. Bingley sebagai orang yang ramah dan baik pada pertemuan pertama mereka, akan tetapi berbeda dengan Mr. Darcy yang jangkung dan tampan tetapi sudah terpatri dengan bersifat angkuh dan sombong.

Pada pesta dansa malam itu, Jane berkenalan dengan Mr. Bingley dan rasa cinta mulai tumbuh diantara mereka berdua. Nasib Elizabeth berbeda dengan kakaknya. Elizabeth mendengar bahwa ketika Mr. Bingley bertanya pada Mr. Darcy ‘Apakah Elizabeth Bennet cantik menurutmu?’ dan dijawab ‘Lumayan’, Elizabeth mulai menganggap bahwa Mr. Darcy adalah orang tersombong dan terangkuh yang pernah ia temui. Terlebih lagi ketika Elizabeth mengajak Mr. Darcy berdansa dan ditolak!

Suatu pagi beberapa hari setelah pesta dansa berlangsung, Jane mendapat undangan dari Miss Bingley untuk makan malam di Netherfield. Mrs. Bennet yang memilik ide ‘gila’, menyuruh Jane untuk ke Netherfield dengan mengendarai kuda dibawah guyuran hujan deras! Karenanya, keesokan harinya Elizabeth menerima surat dari Jane bahwa ia sakit dan harus dirawat di Netherfield. Dengan rasa sayangnya yang begitu dalam pada Jane, Elizabeth menempuh jarak 3 mil berjalan kaki dari Longbourn ke Netherfield.

Penyakit masuk angin Jane yang tidak dapat sembuh dalam waktu cepat memaksa Elizabeth untuk tinggal di Netherfield. Pada hari-harinya tinggal di Netherfield, Elizabeth dan Mr. Darcy kerap sekali berdebat dan saling menyindir dengan ketegasan masing-masing. Mr. Darcy juga mulai menunjukkan perasaannya pada Elizabeth dengan memuji-muji Elizabeth yang memiliki bola mata terang di hadapan Miss Bingley, yang ternyata menyimpan perasaan kepada Mr. Darcy.

Sekembalinya dari Netherfield, keluarga Bennet berkumpul kembali. Antara keluarga Bennet dengan Mr. Bingley sudah mulai terbentuk keakraban karena cinta Mr. Bingley pada Jane. Akan tetapi, Longbourn kedatangan Mr. Collins, saudara jauh mereka yang berhak mendapatkan Longbourn setelah Mr. Bennet meninggal, sesuai dengan hukum Inggris yang berlaku saat itu. Kedatangan Mr. Collins juga bermaksud untuk mencari istri, dan Mr. Collins melirik Elizabeth!

Saat kedatangan Mr. Collins itu juga, sebuah tempat dekat Longbourn yang bernama Meryton kedatangan para prajurit Inggris. Kitty dan Lydia yang ganjen segera heboh dan setiap hari mengunjungi Meryton hanya untuk bermain mata dengan para prajurit. Diantara para prajurit tersebut, ada seorang prajurit bernama Mr. Wickham. Elizabeth tertarik padanya karena ketampanannya dalam bersikap, juga kejenakaannya. Setelah Elizabeth dan Mr. Wickham berbagi cerita, Elizabeth mengetahui bahwa Mr. Wickham adalah teman masa kecil Mr. Darcy dan hak Mr. Wickham dicurangi oleh Mr. Darcy. Kebencian Elizabeth kepada Mr. Darcy menambah karenanya..

Suatu saat, Mr. Bingley mengadakan pesta dansa di Netherfield. Mr. Bingley jelas mengajak Jane berdansa, dan coba tebak! Mr. Darcy mengajak Elizabeth berdansa! Padahal saat itu, Elizabeth begitu mengharapkan kehadiran Mr. Wickham untuk berdansa dengannya, tetapi ternyata Mr. Wickham tidak datang di pesta dansa tersebut.

Tanpa disangka-sangka, beberapa hari kemudian Mr. Collins melamar Elizabeth. Elizabeth yang tidak menyukai perangainya menolaknya mentah-mentah dan mendapatkan sindiran pedas dari ibunya. Karena kekecewaannya, Mr. Collins melamar Charlotte Lucas, sahabat Elizabeth, hanya beberapa hari berselang! Maka Mr. Collins dan Charlotte menikah dan membuat Mrs. Bennet naik pitam karena kalah menikahkan anaknya dengan anak Mrs. Lucas :roll:

Beberapa hari kemudian, kabar tidak mengenakkan datang. Mr. Bingley beserta rombongannya meninggalkan Netherfield tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga Bennet maupun masyarakat sekitar! Mendengar kabar tersebut, Jane sakit hati. Perasaannya yang telah membesar kepada Mr. Bingley kandas. Mengekspresikan kekecewaannya, Jane mengatakan betapa ia menyukai Mr. Bingley kepada Elizabeth.

Untuk menyembuhkan sakit hati Jane, Jane berkunjung ke rumah paman dan bibinya, Mr. dan Mrs. Gardiner di London. Sementara itu, Elizabeth mendapat undangan dari Charlotte untuk mengunjungi rumahnya bersama Mr. Collins di Rosings Park.

Rosings Park adalah tempat yang indah. Di lingkunan Rosings Park inilah Mr. Collins dan Charlotte tinggal. Elizabeth mengetahui, bahwa patron Mr. Collins, Lady Catherine de Bourgh adalah bibi Mr. Darcy. Lady Catherine juga tinggal di Rosings Park. Elizabeth beruntung karena dapat melihat sosok Lady Catherine yang diagung-agungkan Mr. Collins sejak lama.

Lady Catherine ternyata adalah seorang wanita yang keras. Beliau memiliki seorang putri bernama Anne yang sakit-sakitan. Lady Catherine juga sama seperti keponakannya, angkuh. Ia suka merendah-rendahkan orang lain dan mengagung-agungkan dirinya.

Tanpa Elizabeth duga, Mr. Darcy juga mengunjungi kediaman Lady Catherine. Dan disinilah perubahan-perubahan besar diawali.. Elizabeth dilamar Mr. Darcy! Oh, betapa terkejutnya ia!

Akankah Elizabeth menerima lamaran Mr. Darcy yang begitu ia benci? Bagaimanakah dengan ketertarikannya pada Mr. Wickham?
Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Novel Jane Austen yang ini lah yang mampu memenuhi keinginanku membaca buku romansa klasik yang kompleks! Tema-tema yang diangkat ke dalam novel ini hanyalah seputar cinta, harga diri, dan etika, akan tetapi Jane Austen dengan lihainya merangkai ketiga tema tersebut menjadi satu cerita yang begitu ruwet (dalam artian kompleks yang bermutu). Hampir sama seperti novel Jane Austen yang lainnya, cerita ini juga berpusat pada tata krama pergaulan masyarakat kelas atas.

Pride and Prejudice sangat menonjolkan sifat-sifat manusia yang berbeda-beda dan beberapa absurditas hidup. Tetapi ada satu unsur lain yang ‘beda’ dan membuatku tertarik : ketegasan seorang wanita. Ya, Elizabeth atau Lizzy adalah gadis yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang aneh, akan tetapi ia memiliki kecerdasan yang tajam dan ketegasan pikiran. Ia seperti perlambang (atau apalah sebutannya), bahwa wanita juga memiliki kecerdasan dan ketegasan dalam berpikir. Jane Austen sendiri mengaku bahwa Elizabeth Bennet merupakan tokoh favoritnya diantara tokoh-tokoh fiktif karangannya!

Baiklah, ada beberapa pelajaran moral yang dapat diambil :

1. Bahwa sifat manusia mungkin saja berubah seiring berjalannya waktu.
2. Bahwa hal yang tidak mungkin terjadi, mungkin saja terjadi.
3. Bahwa hal yang tidak dijalani dengan serius cenderung mengalami kegagalan.
4. Bahwa seseorang yang berperilaku baik akan lebih disukai daripada seseorang yang berperilaku buruk.
5. dll.

Nah, jadi bagaimana? Tertarikkah untuk membaca novel legendaris ini? ;)
By the way, novel ini kukategorikan sebagai : VERY RECOMMENDED, VERY INSPIRING, AND VERY BEAUTIFUL! 

Judul : Pride and Prejudice
Pengarang : Jane Austen
Penerbit : Penerbit Qanita

Mansfield Park by Jane Austen

Fanny Price adalah seorang gadis yang sangat beruntung!

Fanny Price terlahir dari pasangan Mr. dan Mrs. Price, yang kurang beruntung diantara kedua kakak Mrs. Price. Saudari Mrs. Price yang paling beruntung adalah kakak tertuanya, Miss Maria Ward, yang menikah dengan Sir Thomas Bertram, bangsawan berpenghasilan tinggi yang bertempat di Mansfield Park, Northampton. Mrs. Bertram memiliki 2 putra dan 2 putri : Tom Bertram, Edmund Bertram, Maria Bertram, dan Julia Bertram. Mereka semua sangat berpendidikan dan selalu bergaul di kalangan atas. Kakak kedua Mrs. Price, Mrs. Norris, dapat dikategorikan kedua beruntung. Mrs. Norris menikah dengan Mr. Norris yang seorang pendeta dan mereka tidak memiliki keturunan.

Suatu saat, karena kekeraskepalaan ketiga bersaudari tersebut, kekeluargaan mereka retak. Mereka tidak saling menghubungi berbulan-bulan, hingga Mrs. Price meminta bantuan. Mrs. Price yang suaminya hanyalah seorang letnan angkatan laut yang tidak berpendidikan dan berpenghasilan tinggi, kewalahan mengurus anak-anaknya yang berjumlah 9 orang! Mrs. Price kemudian mengirimkan surat bagi kedua saudarinya, dan sejak saat itu, hubungan kekeluargaan mereka kembali utuh.

Mrs. Norris yang saat itu telah tinggal di Parsonage (rumah pendeta dekat Mansfield) berkat bantuan Sir Thomas, ingin membantu adiknya. Maka, Mrs. Norris mengusulkan kepada Sir Thomas dan Mrs. Bertram agar mereka turut membantu. Maka diputuskanlah, mereka akan membantu merawat Fanny Price yang berumur 10 tahun dengan membawanya ke Mansfield Park. Fanny harus meninggalkan keluarganya, terlebih lagi, kakaknya yang paling disayanginya, William.

Fanny Price dengan latar belakang sosial yang berbeda begitu merasa kikuk dan canggung ketika harus tinggal di Mansfield Park bersama keluarga Bertram yang merupakan bangsawan dengan pendidikan tinggi. Karena rasa malu, kikuk, canggung, dan dirinya yang tidak tau apa-apa, Fanny menjadi diperlakukan seolah-olah orang bodoh oleh saudara-saudaranya, kecuali Edmund. Edmund yang berhati baik dan bijaksana menghibur Fanny dan menyemangatinya. Dalam seketika, Fanny begitu hormat pada Edmund dan menjadikannya pedoman hidup dan diam-diam mencintainya.

Lambat laun, Fanny tumbuh menjadi gadis sopan dan berpendidikan yang cantik. Ketika ia sudah beranjak dewasa, suami Mrs. Norris meninggal dan mengharuskan Parsonage mencari pendeta baru. Pendeta baru itu adalah Mr. Grant. Mr. Grant menetap di Parsonage bersama istrinya.

Suatu saat, Mansfield kedatangan pendatang baru ketika Sir Thomas dan Tom berbisnis di Antigua. Pendatang baru tersebut adalah Mr. Henry Crawford dan Miss Mary Crawford. Mereka berdua adalah kakak adik yang masih berhubungan saudara dengan Mrs. Grant.

Kedatangan kakak beradik Crawford mengakibatkan beberapa orang jatuh cinta. Saat itu, Mrs. Norris tengah mencarikan suami kaya bagi Maria dan Julia. Maria dan Julia terpincut pada kebaikan dan ketampanan Henry, padahal saat itu, Maria telah bertunangan dengan Mr. Rushworth. Sedangkan Edmund, terpincut pada kecantikan Miss Crawford yang baik tetapi perkataannya tajam menyakitkan hati. Dan.. Henry Crawford terpincut pada kecantikan Fanny!

Apa yang akan Fanny lakukan? Akankah ia berpaling pada Henry dan meninggalkan Edmund?

Inilah pertama kalinya aku membaca novel Jane Austen yang dikatakan sebagai penulis Inggris yang sangat menginspirasi. Dan aku sangat senang karena telah membacanya! Mansfield Park tidak hanya bercerita mengenai kisah cinta, tetapi juga mengenai etika dan sopan santun orang Inggris jaman dahulu.

Mansfield Park merangkum hal-hal ‘kuno’ pergaulan bangsawan Inggris, mulai dari kebiasaan hingga karakter-karakter manusia yang hidup pada saat itu. Dan buku ini kurasa membuka ‘jendela baru’ akan sebagaimana berubahnya manusia dari dulu hingga kini. Saking detailnya penjabaran karakter manusia di buku ini, aku dapat melihat bahwa bangsawan jaman dahulu relatif membeda-bedakan manusia berdasar status sosial. Dapat diketahui juga bahwa mereka cenderung memilih pasangan karena hartanya, bukan karena didasarkan perasaan.

Banyak nilai moral yang dapat diperoleh dari buku ini, diantaranya (jadi masih banyak yang lain) :

1. Jangan terbutakan oleh kecantikan dan harta semata.
2. Berbicara tanpa berpikir panjang dapat menyebabkan perasaan seseorang terluka.
3. Jangan pernah mengira bahwa kekayaan akan selalu mendatangkan kebahagiaan.
4. Pendidikan yang benar dapat menjadikan seseorang begitu bermanfaat dan terpelajar.
5. Mengajarkan bagaimana seharusnya seseorang bersikap.
6. dll.

Nah, jadi bagaimana? Tertarikkah untuk membacanya? ;)
Secara keseluruhan, kukategorikan novel ini : VERY INSPIRING!

Judul : Mansfield Park
Pengarang : Jane Austen
Penerbit : Penerbit Qanita 

My New YouTube Channel !

Hey guys!
It’s seems that I haven’t publish posts lately. I’m sorry because of that, I’m too busy to upload posts.

Okay, today I think I am extremely happy! I’ve wanted to have my own YouTube channel for a long time and I’ve just made it last Sunday. It can’t be seen by public for several days because I don’t have any videos yet. A few minutes ago, I’VE UPLOADED A VIDEO! Well, it’s not so good, but I’m quite proud of it.

Please visit, like, comment, share, and SUBSCRIBE my channel! (click here to see my channel)

I’ll share you my first video here. (It’s a self introduction)

Well, you know that I’m Indonesian, so please forgive my ridiculous accent :) :roll:

And yeah, I think it’s enough for today. I promise to post a book review very soon. STAY AWESOME!

Juliet by Anne Fortier

Bagaimana pendapatmu mengenai.. cinta, pengorbanan, kebebasan.. dan penipuan?
Wiliam Shakespeare telah merangkumnya dalam kisah cinta paling tragis sepanjang masa : Romeo and Juliet.
Tetapi, siapa yang tahu bahwa kisah Romeo and Juliet terinspirasi oleh kejadian nyata di Siena pada tahun 1340 Masehi ?

Julie Jacobs adalah orang Itali yang menetap di Amerika dan memiliki beberapa alasan untuk menghindari Itali. Tetapi suatu saat, Bibi Rose, bibi yang telah mengadopsi mereka sejak kecil meninggal dan meninggalkan sebuah teka-teki yang memaksanya untuk kembali ke Itali. Pergilah ia ke Siena, meninggalkan saudara kembarnya yang terlahir 4 menit setelahnya yang bernama Janice, juga Umberto sang kepala pelayan Bibi Rose yang sangat disayang Julie.

Dalam perjalanan, Julie menguak identitas aslinya sebagai Giulietta Tolomei, keturunan contrada Tolomei yang telah lama berselisih dengan contrada Salimbeni, dan ia juga merupakan keturunan Giulietta Tolomei, ‘Juliet’ dalam versi asli. Julie juga bertemu Eva Maria Salimbeni, seorang Salimbeni yang entah mengapa teramat ramah terhadap Julie yang seorang Tolomei.

Di Siena, Julie bertemu Alessandro Santini yang misterius. Alessandro -atau Sandro- merupakan anak baptis Eva Maria. Selalu ada sedikit perselisihan antara Alessandro dengan Giulietta karena Alessandro tidak percaya bahwa Julie adalah Giulietta.

Julie memulai perburuan ‘harta karunnya’ di Siena, bermula dari bantuan dirretor sebuah hotel, presidente sebuah bank di Palazzo Tolomei, dan orangtua baptisnya yang bernama Peppo dan Pia. Usut punya usut, ternyata semua teka-teki perburuan harta karun tersebut ditinggalan untuknya oleh Diane Tolomei, ibu kandung Julie dan Janice. Dalam perburuan harta karunnya, tidak semua berjalan mulus. Julie dikuntit seseorang dan ia merasa tidak aman. Bahkan juga ada beberapa masalah yang menimpanya. Karena itu, secara terpaksa dan melupakan harga dirinya, Julie meminta bantuan Alessandro.

Novel ini merupakan novel fiksi sejarah, jadi ada bagian dimana novel ini dikaitkan dengan masa lalunya cerita yang diceritakan. Hampir seperti novel Labyrinth karya Kate Mosse.

Dalam novel ini, masa lalu yang diceritakan adalah kisah sepasang kekasih Romeo dan Giulietta. Seperti kisah Shakespeare yang ada tokoh Romeo, Juliet, dan Paris, pada tahun 1340 Masehi di ceritakan hiduplah seorang Romeo Marescotti sebagai Sang Romeo, Giulietta Tolomei sebagai Sang Juliet, dan Messer Salimbeni sebagai Sang Paris. Kelak, karena kesalahan pada masa kehidupan mereka bertiga, kisah mereka bereinkarnasi pada Julie Jacobs.

Bagaimana kelanjutan petualangan Julie Jacobs? Akankah ia, sebagai si Juliet, mampu menemukan Romeo-nya dan hidup bahagia, atau tragedi masa lalu harus terulang lagi?

Novel fiksi sejarah yang didasarkan penelitian oleh Anne Fortier ini sangatlah luar biasa! Bagaimana Anne Fortier bisa menggambarkan kegentingan, kesedihan, keputusasaan, kebahagiaan, dan cinta dengan sangat detail itu menjadi daya pikat tersendiri bagi novel ini. Setiap novel ini sudah ada di tangan, rasanya susah untuk menghentikan membacanya, situasi-situasi pada cerita itu sangat membuat penasaran dan menjadi enggan memotongnya di bagian tersebut.

Bagi para pecinta kisah Romeo and Juliet, novel ini SANGAT DISARANKAN. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang sedikit menyeleweng dari cerita Shakespeare tersebut dan dapat membuat bingung. Karena membaca buku ini, aku juga sempat bingung. Yah, mungkin karena aku belum tahu saja atau bagaimana, tetapi setidaknya pecinta kisah Romeo and Juliet yang berminat membaca ini perlu tahu.

Novel ini menceritakan bahwa kisah Shakespeare tersebut berdasarkan kisah nyata pada tahun 1340 M yang terjadi di Siena, Itali (dan bukannya Verona) yang diturunkan turun-temurun oleh sekian banyak generasi sehingga sampai pada Shakespeare dan ceritanya sedikit disesuaikan dengan jaman oleh sang Pujangga. Karena aku belum tahu sebelumnya, aku sempat bingung, apakah iya? Lagi pula kan ini novel fiksi, apakah benar? Sempat terpikir begitu di otakku. Apalagi setelah aku menemukan pernyataan yang sama di salah satu buku travelling Eropa yang menceritakan tentang Itali dan Verona. Aku semakin bingung mana yang benar.

Secara keseluruhan, novel ini dapat kumasukkan ke kategori : VERY RECOMMENDED!

Judul : Juliet
Pengarang : Anne Fortier
Penerbit : Penerbit Qanita

Poem – Time

I hate the Time,
Just like how I hate demons.
I love the Time,
Just like how I love They Who I Loved.

I love the Time,
‘Cause the Time makes me better than before.
‘Cause the Time sometimes brings happiness.

But,
I hate the Time,
‘Cause the Time takes my happiness.
‘Cause the Time takes everyone who I love, sooner or later, the Time will take them.

Think!
If the Time gives you only 2 choices : You, or They Who You Love for be taken first by the Time?
You must be confused.

You can choose You, to be taken by the Time first,
So that you don’t have to cry for The Who You Love when they’re taken by the Time,
But are You at your heart, to see They Who You Love crying for you when you’re taken by the Time?

Or,
You can choose Those Who You Loved, to be taken by the Time first,
So that you’ll have a longer life than They Who You Love,
So that They Who You Love don’t have to feel more suffer,
So that They Who You Love don’t have to cry when You are taken by the Time,
But are You at your heart, to see Those Who You Love have a shorter life than You?

Are You confused,
I do hate the Time because it’s making me confused.

I always hope,
That God never creates the Time,
So that no one needs to feel pain in their entire life.

God has said too,
Don’t you ever cry for They Who You Love when they were taken by the Time..
How can we do that?!
How can we not cry when They Who We Love are taken by the Time?

Because of that, I love and hate the Time.
Why does the Time need to create pain and suffer?
Why does the Time not only create happiness in this World?

Realities sometimes can’t be understood.
I hate the Time.


Calligraphy from Javanese Alphabet

Hey!
What’s up?

Today, I’d like to tell you about Javanese alphabet! #hurray :roll:

First of all, you must know where Java is. Java is an island located in Indonesia (of course you do know where’s Indonesia, right? or, should I tell you? just kidding :D ). Java is the economic and political centre of Indonesia, and there are a lot of people lives there, including me. The capitol city of Indonesia is located here too, Jakarta.

Java is an island full of cultural heritage. Our pasts gives us so many things to learn, or to visit, or to observe, and much more. One of  those are Javanese language and Javanese alphabet. Javanese language and Javanese alphabet are always connected, so I should tell you too about the Javanese language.

Javanese language is used by nearly all of the people in Java. It’s hard to learn, but you’ll get it easy when you’ve mastered it once. Javanese language usually used for politeness in Java.

Javanese language do has its alphabet. It’s called Aksara Jawa. There’s 20 letters :

Those letters has meanings too :

Ha Na Ca Ra Ka means There’s two representative.
Da Ta Sa Wa La means They’re fighting.
Pa Dha Ja Ya Nya means They have a same power.
Ma Ga Ba Tha Nga means They dies together.

Okay, now lets get to the point of my post this time.

A few weeks ago, my Javanese language teacher gives us a homework. We must drew a calligraphy that made of some Javanese alphabet. There’s someone who drew cartoons or logos and much more. And.. I drew a sight of the night sky with the moon and the clouds. Take a look :)

My Javanese Alphabet Calligraphy ! :)

What do you think? It’s not my best, but.. I’m quite proud of it. Wanna visit Indonesia and try to make it? ;)

Happy Birthday !

I have a best friend. He’s/she’s someone who knows me a lot. He/she can always accept me whatever I am. I adore him.

Today’s his/her birthday, 9 March 2012. Err.. he’s 13 years old now :)

Hey.. I hope that YOU would read this and notice my feelings.

As usual, I wrote his/her initial. You can see, it’s under that paragraph. I’ve made it small so that anyone couldn’t read it.

For you, who knows him/her, please ssushh, okay? ;)

Once again, HAPPY BIRTHDAY :D

Once A Witch by Carolyn MacCullough

Overall : GREAT JOB, Carolyn MacCullough!

Mungkin kita sering merasa tidak dianggap oleh keluarga kita atau teman-teman kita karena tidak memiliki kemampuan yang sama, pada suatu kasus atau cerita. Rasanya sangat tidak enak, bukan? Sekiranya begitulah yang dirasakan oleh Tamsin.

Tamsin Greene atau Tamsin adalah gadis yang terlahir diantara orang-orang yang memiliki Talenta (semacam sihir) tersendiri. Ketika lahir pada malam Samhain, Tamsin diramalkan bahwa dia akan menjadi orang yang berperan penting pada dunia magis tersebut. Tamsin juga diramalkan akan menjadi gadis yang memiliki Talenta yang wow!

Tetapi apa daya, ketika Tamsin sudah memasuki masa remaja, tanda-tanda akan kemunculan Talenta-nya tidak pernah muncul. Selama itu hingga ia duduk pada bangku SMA, Tamsin selalu merasa tidak dianggap oleh lingkungannya karena Talenta-nya yang tidak muncul.

Hingga suatu saat, ada profesor muda yang tampan bernama Alistair datang ke toko buku milik keluarga Tamsin. Saat itu, Tamsin sedang jaga. Profesor tersebut salah mengetahui Tamsin sebagai Rowena -kakak Tamsin yang memiliki Talenta luar biasa hebat- dan meminta bantuan Tamsin untuk mencari suatu benda yang mampu menguak rahasia keluarganya.

Dalam petualangan mencari benda yang dicari Alistair, Tamsin dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Gabriel. Perjalanan mencari benda ini mengakibatkan banyak kekacauan yang berdampak pada masalah waktu dan sejarah. Dan ketika benda tersebut ditemukan, rahasia-rahasia kelam keluarga Tamsin terkuak. Apa yang sebenarnya terjadi? Dapatkan semuanya kembali berjalan normal?

Once A Witch merupakan jalinan cantik dari cerita mengenai kehidupan (keluh kesah, pendapat seorang adik, dsb.), misteri, sihir, dan cinta. Carolyn MacCullough menjadikan satu dengan rapi dan proporsional. Kisah ini pada awalnya kebanyakan menggambarkan perasaan kecewa Tamsin akan nasibnya yang tidak memiliki Talenta. Kemudian mulai beranjak pada kisah cinta, yaah, seperti sindiran-sindiran juga mengekspresikan Oooh, cakep sekali!. Setelah itu petualangan yang seru dimulai. Petualangannya juga tidak monoton, sebab ada beberapa humor-humor ‘menggoda’ Gabriel, juga pernyataan perasaan Tamsin yang tergolong romantis.

Tetapi ada satu hal yang disayangkan : nama keluarganya terlalu banyak untuk dihafal. Sudah begitu, nama-namanya kurang mudah diingat. Seperti terlalu banyak saudara, terlalu banyak bibi dan paman, terlalu banyak nenek, dan sebagainya. Mau tidak mau, bagi yang susah menghafalkan nama-nama, hal ini merupakan kesulitan tersendiri. Siapa tau pada akhirnya nama orang yang susah diingat kisahnya justru yang berperan penting. Kita tidak tahu, kan?

Tetapi secara keseluruhan, aku sudah bilang diawal, GREAT JOB! Buku ini benar-benar memikat. Ending-nya yang menggantung semakin membuat penasaran! Coba baca sendiri, deh! ;)

Buku selanjutnya : Always A Witch

Judul : Once A Witch
Pengarang : Carolyn MacCullough
Penerbit : Ufuk Publishing House